MTs NU ITB belum pernah membuat kegiatan khusus literasi. Akan tetapi kalau kita perhatikan ternyata ada banyak kegiatan baca tulis di MTs yang berdiri sejak tahun 2007 ini.
Pada tahun-tahun awal MTs NU ITB menerbitkan majalah pelajar Pena Remaja sebagai varian baru dari majalah anak Pena. Keaktifan kegiatan jurnalistik dan penerbitan di MTs Tedunan ini ternyata sangat dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya waktu yang dimiliki oleh guru pembinanya. Jadilah Pena Remaja menjadi majalah berkala dalam arti kala-kala terbit dan kala-kala tidak. He he he mengalir saja.
Ketika ada sara untuk membuat program tahfidh Alquran, MTs NU ITB mencoba mulai dengan kegiatan pembiasaan membaca Alquran sebelum KBM dan setiap pergantian jam pelajaran. Sampai sekarang MTs NU ITB belum mempunyai program tahfidh Alquran. Akan tetapi dengan membaca surat Yasin setiap pagi, siswa-siswi MTs NU ITB tentu banyak yang hafal atau setengah hafal. Begitu juga dengan surat Ar Rahman, Al Waqiah, dan Al Mulk yang sering dibaca saat pergantian jam pelajaran.
Di lain sisi, ternyata ada banyak khikmah dan Fadhilah pada surat-surat pilihan tersebut.
اللهم ارحمنا بالقران
Begitulah dia yang dilantunkan siswa-siswi MTs NU ITB sebelum membaca Alquran. Semoga dengan bacaan Alquran, kami semua disayangi dan dikasihi oleh Allah.
Apakah semua murid mengikuti kegiatan membaca Alquran? Tentu saja tidak. Ada yang lebih memilih pura-pura sedang piket membersihkan kelas. Ada juga yang hanya bengong atau malah ngobrol saat teman-temannya membaca Alquran. Akan tetapi semoga saja baik yang membaca maupun yang mendengar, semuanya mendapat kasih sayang Allah SWT. Mengalir saja.
كلام قديم لا يمل سمعه
Qasidah pendek ini sering dilantunkan siswa-siswi MTs NU setelah membaca Alquran. Ya Alquran memang bacaan yang tidak membosankan untuk didengar.
Ohya beberapa waktu yang lalu saya mendapat video yang dikirim di grup WA. Dalam video tersebut seorang ibu menceritakan bahwa ada beberapa penelitian tentang bacaan Alquran. Ada pelajar yang meneliti pertumbuhan benih kecambah. Penelitian itu menunjukkan bahwa ternyata benih kecambah yang dibacakan Al-Qur'an dapat tumbuh lebih cepat. Ada juga mahasiswa yang meneliti pengaruh lantunan atau seni tilawah Alquran dibandingkan dengan musik dan lagu.
Selain bacaan Alquran, di MTs NU ITB ada beberapa qasidah yang selalu dibaca. Salah satunya adalah beberapa bait qasidah Burdahnya syekh Busyiri;
مولي صل وسلم
Beberapa bait "Maulayashol" ini dijadikan sebagai doa penutup sebelum pulang sekolah seperti santri-santri TPQ yang mengaji Yanbu'a. Dan ternyata dibeberapa video rekaman pengajian Gusdur, beliau sering mengajak jama'ah pengajian berdoa dengan beberapa bait qasidah Syekh Busyiri ini. Apa khikmahnya? Allah-lah ya Maha Tahu.
Apakah kegiatan pembiasaan membaca Alquran di MTs NU ITB perlu dievaluasi? Tentu saja perlu. Kritik dan saran Anda sangat kami tunggu.
Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Posting Komentar