Sabtu, 25 Januari 2020

Literasi Mengalir Saja

Apa saja sih kegiatan literasi di MTs NU Irsyaduth Thullab?

MTs NU ITB belum pernah membuat kegiatan khusus literasi. Akan tetapi kalau kita perhatikan ternyata ada banyak kegiatan baca tulis di MTs yang berdiri sejak tahun 2007 ini.

Pada tahun-tahun awal MTs NU ITB menerbitkan majalah pelajar Pena Remaja sebagai varian baru dari majalah anak Pena. Keaktifan kegiatan jurnalistik dan penerbitan di MTs Tedunan ini ternyata sangat dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya waktu yang dimiliki oleh guru pembinanya. Jadilah Pena Remaja menjadi majalah berkala dalam arti kala-kala terbit dan kala-kala tidak. He he he mengalir saja.

Ketika ada sara untuk membuat program tahfidh Alquran, MTs NU ITB mencoba mulai dengan kegiatan pembiasaan membaca Alquran sebelum KBM dan setiap pergantian jam pelajaran. Sampai sekarang MTs NU ITB belum mempunyai program tahfidh Alquran. Akan tetapi dengan membaca surat Yasin setiap pagi, siswa-siswi MTs NU ITB tentu banyak yang hafal atau setengah hafal. Begitu juga dengan surat Ar Rahman, Al Waqiah, dan Al Mulk yang sering dibaca saat pergantian jam pelajaran.

Di lain sisi, ternyata ada banyak khikmah dan Fadhilah pada surat-surat pilihan tersebut.
 اللهم ارحمنا بالقران
Begitulah dia yang dilantunkan siswa-siswi  MTs NU ITB sebelum membaca Alquran. Semoga dengan bacaan Alquran, kami semua disayangi dan dikasihi oleh Allah.

Apakah semua murid mengikuti kegiatan membaca Alquran? Tentu saja tidak. Ada yang lebih memilih pura-pura sedang piket membersihkan kelas. Ada juga yang hanya bengong atau malah ngobrol saat teman-temannya membaca Alquran. Akan tetapi semoga saja baik yang membaca maupun yang mendengar, semuanya mendapat kasih sayang Allah SWT. Mengalir saja.

كلام قديم لا يمل سمعه
Qasidah pendek ini sering dilantunkan siswa-siswi MTs NU setelah membaca Alquran. Ya Alquran memang bacaan yang tidak membosankan untuk didengar.

Ohya beberapa waktu yang lalu saya mendapat video yang dikirim di grup WA. Dalam video tersebut seorang ibu menceritakan bahwa ada beberapa penelitian tentang bacaan Alquran. Ada pelajar yang meneliti pertumbuhan benih kecambah. Penelitian itu menunjukkan bahwa ternyata benih kecambah yang dibacakan Al-Qur'an dapat tumbuh lebih cepat. Ada juga mahasiswa yang meneliti pengaruh lantunan atau seni  tilawah Alquran dibandingkan dengan musik dan lagu.

Selain bacaan Alquran, di MTs NU ITB ada beberapa qasidah yang selalu dibaca. Salah satunya adalah beberapa bait qasidah Burdahnya syekh Busyiri;
مولي صل وسلم

Beberapa bait "Maulayashol" ini dijadikan sebagai doa penutup sebelum pulang sekolah seperti santri-santri TPQ yang mengaji Yanbu'a. Dan ternyata dibeberapa video rekaman pengajian Gusdur, beliau sering mengajak jama'ah pengajian berdoa dengan beberapa bait qasidah Syekh Busyiri ini. Apa khikmahnya? Allah-lah ya Maha Tahu.

Apakah kegiatan pembiasaan membaca Alquran di MTs NU ITB perlu dievaluasi? Tentu saja perlu. Kritik dan saran Anda sangat kami tunggu.

Semoga bermanfaat.

Senin, 20 Maret 2017

PELATIHAN MENULIS UNTUK PERDAMAIAN

PELATIHAN MENULIS UNTUK PERDAMAIAN

Gratis
Sebagian besar generasi muda saat ini lebih sering bergaul dan berguru kepada media sosial. Tiada hari tanpa medsos. Hal ini menyebabkan :
  • Bahasa, tutur kata dan pola komunikasi generasi muda saat ini cenderung pendek, menusuk dan kasar
  • Media Sosial cenderung menjadi ajang perang kata- kata, urat syaraf, dan hoax
  • Kualitas literasi generasi muda rendah
  • Perdamaian dan rasa damai terkikis.
Disebabkan oleh hal-hal di atas maka kami, MTs Irsyaduth Thullab Tedunan, Wedung, Demak bekerjasama Yayasan Penulis Jenius Indonesia dan Komunitas Penulis Kreatif menyelenggarakan Program Literasi Nasional dengan nama  
"Gerakan Nasional WRITING FOR PEACE (Menulis untuk Perdamaian )" 
dengan tema
“Membangun Generasi Muda yang Intelek, kreatif dan Bermartabat untuk Indonesia Damai".

Hari, tanggal : Jum'at, 24 Maret 2017 
Waktu : Pukul 13.30 -- 16.30 WIB 
Tempat : MTs Irsyaduth Thullab Tedunan, Wedung, Demak

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari tour 99 kota di Indonesia dengan target 999 Lembaga Pendidikan termasuk Pondok Pesantren yang dimulai taggal 11 Maret 2017 sampai dengan 11 Mei 2018 dengan target 200 peserta/lembaga pendidikan. Target utama peserta adalam siswa SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi (usia 12 Tahun s/d 20 Tahun).

Pendaftaran Peserta (Gratis)

WA/SMS 081325958066

 

Materi Pelatihan;

Materi pelatihan ini meliputi Pelatihan Menulis Kreatif, Konsep dan rasa cinta damai, Penerbitan buku dan media pesan perdamaian dari generasi muda, serta Pengkaderan Agen perdamaian di 99 kota.

Adapun susunan materi pelatihan untuk membuat generasi muda berani dan bisa menulis adalah:
  • Prinsip – prinsip dasar menulis
  • Menghancurkan hambatan menulis
  • Efek menulis terhadap pikiran
  • Menggali sumber inspirasi dan tulisan
  • Tips praktis memulai dan mengembangkan tulisan
  • Merangkai ide menjadi tulisan yang menarik
  • Diksi analogi dan metafora
  • Jurus jitu mengembangkan dan melezatkan paragraf
  • Sekilas tentang industri Penulisan dan buku
    Pelatihan ini menggunakan metode 30 % teori dan 70 % praktek.

 

Pelatihan ini bertujuan:

  • Meningkatkan minat generasi muda untuk menulis dan kreatif
  • Meningkatkan kualitas bahasa, tutur kata dan komunikasi, budi pekerti dan literasi generasi muda
  • Mendeteksi dan menagkal berita Hoax
  • Memberikan masukan penting kepada pembuat kebijakan yang berkaitan dengan generasi muda dan stabilitas nasional.

 

Melalui program ini diharapkan dapat menghasilkan;

  • Penulis-penulis muda yang berkualitas dan kompeten
  • 999 agen perdamaian yang militan dari generasi muda
  • Buku –buku, majalah, bulletin, tabloid tentang Pesan Perdamaian

Inisiatior program;

  • Lutfi JW,
  • Tedi Turmudi,

Pelaksana dan Penyelenggara;

  • Jenius Writing Academy,
  • Komunitas Penulis Kreatif,
  • Tim dari PonPes Modern Assa’adah Banten
  • Stiepar Yapari Bandung

Pelaksana dan Penyelenggara lokal;

  • MTs Irsyaduth Thullab Tedunan, Wedung, Demak
  • IPNU, IPPNU dan OSIS MTs Irsyaduth Thullab
  • Majalah Pelajar [Pena Remaja] (http://www.penaremaja.com)

Pelaksanaan di MTs Irsyaduth Thullab Tedunan, Wedung, Demak didukung oleh;

  • Titu Eka Parlina
  • Eko Hariyadi Ismail Republika (Ade)
  • Dyah Anggraini Suara Merdeka
  • Hasan Hamid Suara Merdeka
  • Dewan guru YPI Irsyaduth Thullab Tedunan

Sabtu, 14 Januari 2017

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak


Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak
Apakah kita boleh menghadiahkan pahala bacaan dan shadaqah kepada mayit? Apakah hadiah tersebut sampai? Menurut KH Ali Ma'sum, Rais Aam PBNU 1981-1984, masalah semacam ini merupakan masalah furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan, dan sikap antipati baik terhadap orang yang setuju ataupun yang menolaknya. Walaupun berbeda pendapat, kedua belah pihak seharusnya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara Muslim. Masing-masing pihak tentu memiliki dasar yang diyakini.

Meski demikian, santri dan warga NU penting mengetahui dasar setiap amal ibadahnya. Oleh karena itu KH Ali Ma’sum merasa perlu menyusun kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah ini, khususnya untuk para santri Pondok Pesantren Krapyak Yogjakarta. Dengan mengetahui dasar amal ibadah yang kita lakukan, diharapkan kita tidak ragu, was-was, salah sangka, tertipu dan tergoda oleh setan sehingga tersesat pada kelompok ahli hawa nafsu.

Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini diharapkan dapat membuat pembaca mengetahui dan yakin bahwa apa yang telah dilakukan oleh ulama kuno yang saleh (salafus shalih) merupakan kebenaran yang perlu diikuti. Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini tidak diharapkan sebagai bahan untuk berdebat dengan pihak yang berbeda pendapat.

Dengan tawadhu’ KH Ali Ma’shum menyatakan bahwa, dalam kitab ini beliau hanya mampu mengumpulkan dan menukil pendapat-pendapat dari para ulama’. Kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah merupakan kumpulan dari beberapa pendapat para tokoh tentang beberapa amalan Aswaja seperti shalat qabliyah Jumat dan talqin mayit setelah dikubur.

Salah satu keistimewaan kitab ini adalah KH Ali Ma'sum mengawali uraian tentang amaliyah-amaliyah nahdhiyah seperti hadiah pahala kepada mayit dengan mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, baru kemudian mengutip beberapa pendapat ulama' dari empat madzhab Aswaja.

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah amaliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan, “Sebaik-baik pahala yang dihadiahkan kepada mayit adalah pahala shadaqah, istighfar, doa untuk kebaikan mayit, dan ibadah haji atas nama mayit. Adapun pahala bacaan ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan kepada mayit secara sukarela (bukan karena dibayar), dapat sampai seperti juga pahala puasa dan haji untuk mayit.

Menurut pendapat ulama madzhab Hanafi, orang yang melakukan amal ibadah, shadaqah, bacaan ayat Al-Qur`an, atau amal saleh lainnya, boleh menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan kiriman pahala tersebut sampai.

Ulama syafi’iyah sepakat bahwa pahala shadaqah dapat sampai kepada mayit.

Di kalangan ulama madzhab Maliki pada umumnya tidak ada perselisihan pendapat dalam hal sampainya pahala shadaqah kepada mayit. Namun pada prinsipnya, madzhab Maliki memakruhkan menghadiahkan pahala bacaan (Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) kepada mayit.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menukil pendapat dari sekelompok ashabus-syafi’iy (para ulama madzhab Syafi’i), bahwa pahala bacaan (Al-Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) dapat sampai kepada si mayit, sama seperti pendapat yang dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan sekelompok ulama lainnya.

Menurut KH Ahmad Subki Masyhadi dari Pekalongan, kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah sangat penting bagi kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu kaum Muslimin yang aqidahnya mengikuti imam Abil Hasan Al-Asy’ari atau imam Abu Manshur Al-Maturidi, dan fiqihnya mengikuti salah satu dari empat madhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad ibnu Hambal). Oleh karena itu, ketika Syekh KH Ali Ma’sum bersilaturrahmim ke kediaman KH Ahmad Fauzi Masyhadi Sampangan Pekalongan, KH Ahmad Subki Masyhadi ikut menemui sang tamu mulia dari Yogjakarta tersebut dan memohon izin untuk mencetak kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah beserta terjemahan dan tambahan-tambahan yang diperlukan.

KH Ahmad Subki menerjemahkan kitab berbahasa Arab ini ke dalam bahasa Jawa dengan model makna gandul dilengkapi dengan terjemah singkat dalam bentuk uraian dan kadang ditambah dengan beberapa keterangan. Kitab terjemah ini diberi nama Ad-Durratul Lami’ah.

Pada sela-sela terjemahan, seperti pada bahasan tentang hadiah pahala terhadap mayit, KH Ahmad Subkhi menambahkan beberapa pendapat ulama tentang tata cara membayar utang mayit yang berupa shalat dan puasa.

"Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang shalat, maka sebaiknya di-qadha dengan niat shalat untuk mayit tersebut. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, bila si mayit wasiat maka setiap hutang satu shalat dibayar dengan fidyah satu mud. Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang puasa Ramadhan, maka keluarganya dapat membayarkannya dengan puasa qadha. Hal ini berdasarkan suatu hadits muttafaqun alaihi..."

Ada sembilan bahasan yang dapat kita ikuti dalam kitab Ad-Durratul Lami’ah yang biasanya dijual dengan harga hanya sepuluh ribu rupiah ini: (1) pengiriman pahala untuk mayit, (2) shalat sunah qabliyah jum’at, (3) talqin mayit setelah dikubur, (4) shalat tarawih, (5) penetapan bulan Ramadhan dan Syawal, (6) ziarah kubur, (7) nikmat dan siksa kubur, (8) ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, dan (9) tawasul.

Data BukuJudul           : Ad-Durratul Lami’ah, Tarjamah Hujjah Ahlis Sunnah  wal Jama’ah karya Syekh Al-‘Allamah KH Ali Ma’sum al-Jogjawi
Penerjemah : KH Ahmad Subki Masyhadi
Khath         : Ma’mun Muhammad bin Badawi
Penerbit     : Ibnu Masyhadi Pekalongan
Ukuran      : 14,5 x 20,5 cm, 228 halaman
Peresensi  : Faiq Aminuddin, Kepala MTs NU Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/74385/bacaan-untuk-menjadi-ahlussunnah-wal-jamaah-yang-bijak

Kamis, 12 Januari 2017

Cinta Rasul

Cinta Rasul

Puisi karya Fia Jaza'al Aufa

Malu rasanya mengungkapkan cinta
Kepada dia kekasih Sang Pencipta
Karena dia insan yang paling utama
Sedang diri ini mausia jelata

    Namanya jarang sekali kusebut
    Kala susah maupun senang menyambut
    Padahal rindunya tak pernah surut
    Bahkan saat ajal datang menjemput

Meski dunia telah berteknologi
Engkau tetap suri tauladan kami
Yang tercanggih dan paling terbukti
Mengayomi kedamaian di hati

    Engkau memang manusia biasa
    Namun cahaya sabarmu tiada tara
    Berkilau melebihi indahnya permata
    Yang menjadi panutan kami semua

Akhlakmu begitu mulia
Membawa berkah untuk seluruh dunia
Pengorbananmu tiada tara
Tauladan ummat sepanjang masa

    Padanya kukirimkan shalawat
    Bukti cinta dan rindu seorang umat
    Harapku kelak berbalas syafa'at   
    Kala mentari tak lagi terlihat

Ya ilahi ....
    Hanya padaMulah aku berharap
        Agar aku menjadi insan yang kelak mendapat syafaat
            dari Nabi Muhammad

===
Puisi ini dibacakan penulisnya pada lomba puisi Festival Maulid Nabi Remaja Masjid Agung Demak tahun 2016

Kamis, 02 Juni 2016

Asal Mula Pena Remaja

Asal Mula Pena Remaja

Pena Remaja adalah sebuah majalah pelajar. Pena Remaja merupakan pengembangan dari majalah anak Pena.

Majalah anak Pena semula lahir sebagai tambahan bacaan anak-anak di desa Tedunan, khususnya murid-murid MI Irsyaduth Thullab.

Bentuk majalah anak Pena meniru majalah anak Bocah yang dibuat oleh Anas dan kawan-kawan di Jogja. Majalah anak Pena dilayout dengan ukuran kertas A5 atau setengah F4, dicetak dengan kertas hvs A4 atau F4, digandakan dengan mesin fotokopi, dijilid seperti buku tulis, yaitu distaples pada tengah lipatan.

Majalah anak Pena lahir sekitar tahun 2001. Semula hanya 8 halaman dan belum memuat karya anak-anak Tedunan.

Nama "Pena" kemudian menginspirasi munculnya "Pensil" sebagai nama majalah dinding MI Irsyaduth Thullab.

Pada tahun 2007, Yayasan Pendidikan Islam Irsyaduth Thullab mendirikan MTs. Irsyaduth Thullab. Nama "Pena" dan "Pensil" mendorong kami untuk menamai majalah dinding MTs Irsyaduth Thullab dengan nama "Spidol".

Selang beberapa waktu setelah pendirian MTs Irsyaduth Thullab, lahirlah majalah pelajar Pena Remaja. Pena Remaja merupakan bagian dari kegiatan ekskul jurnalistik MTs Irsyaduth Thullab.

Segmentasi majalah pelajar Pena Remaja sempat berubah-ubah. Semula Pena Remaja diposisikan sebagai majalah pelajar Tedunan. Saat itu, kami ingin menjadi bacaan dan salah satu wadah atau media ekspresi para pelajar di desa Tedunan, terutama pelajar tingkat SLTP dan SLTA.

Majalah pelajar Pena Remaja juga pernah diposisikan sebagai majalah pelajar Nahdhatul Ulama'. Saat itu ada keinginan untuk menunjukkan identitas MTs Irsyaduth Thullab sebagai madrasah di bawah naungan LP Ma'arif NU cabang Demak, serta ada greget untuk ikut 'ngurusi' ke-NU-an.

Pernah juga, kami bersama pak Khoirul Azhar dan kawan-kawan membuat media baru dengan nama Dampuawang-Post. Seingat saya, Dampuawang post hadir dengan bentuk koran tempel yang hendak menyajikan berita-berita di desa Tedunan dan sekitarnya.

Pernah juga, majalah pelajar Pena Remaja kami posisikan sebagai majalah pelajar Indonesia. 'Majalah Pelajar Indonesia', identitas inilah yang paling sering muncul pada sampul majalah Pena Remaja.

Kami ingin majalah Pena Remaja benar-benar bermanfaat bagi para pelajar Indonesia secara umum. Pada satu edisi, kami pernah membuat tema "Dari Tedunan untuk Indonesia".

Hadirnya web www.penaremaja.com ini, mungkin akan sangat mempermudah Pena Remaja sebagai majalah pelajar Indonesia.

Terima kasih untuk Asdaq Fillah,  www.nyataberkarya.com dan kawan-kawan.

Minggu, 29 Mei 2016

Pena Remaja



Pena Remaja
Majalah Pelajar Indonesia
MTs. Irsyaduth Thullab Tedunan

TIM REDAKSI

Penanggung Jawab : Faiq Aminuddin

Ketua : Mila Fitriyanti
Wakil ketua : Muhammad Mifroh
Sekretaris : Siti Rohmah dan Haidar Ali Al Ishaqi
Sie editing : Alaina Barrirotul A'la
Sie percetakan : Sikhah dan Reza

Anggota :
Arin, Novi, Anik, Jikhah, Inada, Feti, Indah,Rohmawati, Jamal, Arjun, Zidny, Sa'at, Ni'am, dkk.

Office : MTs. Irsyaduth Thullab Tedunan. Wedung. Demak. 
Email : Penaremaja.Official@gmail.com
www.penaremaja.com